You're the light in the dark
You're the seat in the park
You're the lighthouse
You're the lighthouse
That I need
You're the key to the door
You're the port in the storm
And I need to find a shore
When I can't swim anymore
You always guide me back to solid ground
You're my lighthouse

(Westlife)

Senin, 25 Maret 2013

Posted by Caroline Dita On 18.42
Judul Buku      : Male Brain: Mengungkap Misteri Otak Laki-laki
Penulis             : Louann Brizendine
Penerbit           :Ufuk Press, Jakarta
 Cetakan           : I (Pertama), 2010
 Tebal               : 322  halaman
Peresensi         : Muhammad Itsbatun Najih
Sumber          : kompas.com

Setelah mendulang sukses dengan buku pertamanya yang berjudul Female Brain, kini Louann Brizende yang lulusan Universitas Yale telah melengkapi risetnya dengan kajian pad otak laki-laki yang telah dibukukan dengan judul  Male Brain.
Seperti halnya dari bukunya yang pertama mengenai rahasia otak perempuan, Hasil yang sama juga diperoleh oleh Louann. Dalam otak laki-laki ternyata juga mempunyai karateristik yang unik dan ciri khas tersendiri  jika dibandingkan dengan otak perempuan.
Salah satu hal yang coba dihadirkan oleh Louann adalah bagaimana ia menemukan berbagai temuan-temuan terbaru yang menakjubkan yang selama ini belum diketahui oleh ilmuwan maupun masyarakat awam secara luas. Tidak main-main, penelitian tersebuta Louann lakukan selama kurang lebih 25 tahun.
Louann membagi rahasia otak laki-laki dalam bukunya tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan perkembangan otak laki-laki. Mulai dari  usia anak-anak  sampai laki-laki tersebut  memasuki tahap terakhir (lanjut usia).
Otak anak laki-laki (anak-anak) tumbuh secara cepat. Pembentukan otak  sebagai ciri khas perkembangan laki-laki memengaruhi sifat pada ranah fisik. Maka apa yang membedakan dengan anak perempuan ketika anak laki-laki sudah akrab dengan permainan khas laki-laki pada usianya macam robot dan senjata mainan. Tidak terlalu tertarik pada boneka karena kromosom Y sudah tertancap pada hormon testosteron. Kromosom Y merupakan sejenis hormon yang membedai dengan hormon perempuan yang nantinya sebagai pembeda ciri fisik dan sifat.
Pada usia remaja, otak laki-laki akan mengalami puncak testosteron. Ini ditandai yang sering kita sebut sebagai masa pubertas.. Meskipun hal tersebut sudah menjadi pengetahuan umum dalam masyarakat kebanyakan, tapi di balik masa pubertas, otak laki laki  pada masa tersebut mengalami pergolakan dengan sistem sekolah yang cenderung mengekang dan terpenjara. Pada fase ini otak laki-laki akan selalu berkonflik karena remaja sedang mengalami saat-saat untuk mencari kebebasan dan petualangan.(hal: 74)
Atau ketika berada dalam satu kelompok, otak mereka mengalami rasa senang dan euforia emosional yang membuat mereka lebih bersedia untuk melakukan hal-hal yang berisiko. Ini sebagai jawaban ketika anak laki-laki bersama teman-temanya lebih banyak mengalami kecelakaan kendaraan dan umumnya mengalami konsekuensi yang lebih negatif akibat pilihan yang berisiko dan spontan. Dan, walaupn penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol dilaporkan meningkat ketika remaja putra sedang berkumpul (hal:95).
Otak perkawinan sebagai lanjutan ketika otak remaja mulai pudar. Di sini, orientasi seksusal mencapai tahap puncaknya. Beberapa hasil penilitian yang belum diketahui oleh banyak kalangan adalah ketika trik rayuan merupakan olahraga  dalam menghadapi “kesiapan hubungan”  dan laki-laki lah yang paling sering melakukan itu dengan sangat baik.
Bagi otak laki-laki, kemampuan untuk mendapat pasangan berarti membuat DNA dan gen-nya memasuki generasi selanjutnya. Walaupun dia tidak secara sadar memikirkan hal itu. Bagian naluriah dari otaknya mengetahui bahwa semakin banyak perempuan yang pernah berhubungan seksual dengannya , semakin banyak keturunan yang kemungkianan akan dia miliki. Sementara itu, otak perempuan mencoba untuk melihat apakah seorang laki-laki memiliki sesuatu yang diperlukan untuk menjadi pelindung dan pencari nafkah yang baik. Peneliti mendapati bahwa hal ini benar, apapun tingkat pendidikan atau kemandirian finanasialnya.
Saat harus menjadi ayah, otak laki-laki juga mengalami perubahan yang khas. Yakni sirkuit untuk rasangan seksual ditekan karena testosteron sudah berkurang dan adanya prolaktin tinggi. Sirkuit audio meningkat saat mendengar tangisan bayi. Efeknya pada perubahan realitas adalah Sang ayah mempunyai fokus utama dalam melindungi ibu dan bayinya, membiayai kehidupan keluarganya dan lebih peka saat mendengar tangisan bayi dibandingkan para lelaki yang belum menjadi ayah. Pada laki-laki paruh Baya. Perubahan otak khas laki-laki juga pada ketika aktivitas testoren dan vasopresin yang berkurang secara perlahan. Maka di sinilah puncak kematangan laki-laki. Di mana fokus utamanya adalah tindakan untuk membesarkan anak, mempertahankan karier dan aktivitas seks sudah mulai berkurang.
Memasuki usia lanjut (andropause), sirkuit otak laki-laki yang biasanya dipenuhi oleh testosteron dan vasopresin sudah berkurang. Rasio estrogen terhadap testosteron meningkat. Oksitosin pun semakin meningkat. Pada fase ini minat utama adalah bertumpu pada orientasi mempertahankan kesehatan dan meningkatkan kemakmuran. Pada fase ini pula., laki-laki paling mirip dengan perempuan, karena oksitosin membuat mereka lebih terbuka pada kasih sayang dan perasaan serta testosteron yang berkurang membuat mereka tidak terlalu agresif.
Otak laki-laki memang luar biasa. Menyimpan misteri yang selama ini terpendam dan besar kemungkinan banyak misteri yang belum ditemukan. Ciri khas yang tentunya berbeda dengan otak perempuan. Namun, hal yang sama juga terdapat pada otak perempuan. Menyimpan keunikan dan misteri tersendiri.
Bahasa yang enak dan mengalir menjadi daya tarik buku tersebut. Apalagi disertai dengan ragam ilustrasi. Walau terkadang banyak istilah kedokteran, biologi atau psikologi yang bagi kalangan awam terkadang sulit dicerna, namun tidak lupa telah dilengkapi dengan daftar keterangannya.
Pesan yang tersirat dalam buku ini adalah kiranya baik otak laki-laki maupun perempuan setidaknya mampu bersinergi dan saling melengkapi dalam kehidupan nyata. Inilah potret keadilan gender sesungguhnya yang telah di dibangun oleh Louann Brizendine khususnya dalam bidang kesehatan-psikologi.
“Setelah bertahun-tahun, ketika saya menulis buku ini dan menjadi lebih memahami otak laki-laki, saya melihat laki-laki yang saya cintai, putra, suami, dan ayah saya, dengan pemahamn baru. Harapan saya, buku ini akan membantu kita untuk memahami dan melihat otak laki-laki sebagai instrumen yang rumit dan disepurnakan, yang seseungguhnya memang  demikian.” Begitu komentar dokter spesialis syaraf  Louann Brizendine ini tentang kajiannya tersebut.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar